Headlines News :
Home » » MACAM - MACAM BENTUK PANGGUNG PERTUNJUKAN

MACAM - MACAM BENTUK PANGGUNG PERTUNJUKAN

Written By Wahyu Fa on Jumat, 07 September 2012 | 05.21

1. BENTUK SEGI EMPAT




Bentuk ini merupakan bentuk yang sederhana dari ruang teater. Perletakan panggung perunjukkan berada di salah satu sisi dan ruang penonton berada disisi yang lain. Kondisi ini menyebabkan penonton yang berada di arena samping akan merasa kesulitan menikmati pertunjukkan kesenian, karena arah hadapnya tidak lurus ke arah panggung perunjukkan sehingga mengurangi rasa nyaman.
Dapat pula panggung pertunjukkan berada di tengah2 ruang penonton. Kondisi ini dapat menampung lebih banyak penonton, tetapi tetap memiliki masalah sama, yakni penonton yang berada di area samping akan merasa kesulitan menikmati pertunjukkan kesenian.
Bentuk ini sering digunakan sebagai ruang seminar, workshop, rapat, dan sebagainya.


2. BENTUK KIPAS ( MELINGKAR )


Bentuk kipas menjadikan ruang penonton melingkari panggung pertunjukkan. Dengan kondisi ini, kemampuan visual penonton terhadap pertunjukkan kesenian yang berlangsung tidak terganggu dengan posisinya.


3. BENTUK TAPAK KUDA


Bentuk ruangan ini akan memantulkan gelombang bunyi secara memusat di sisi tengah ruangan, karena permukaan dinding yang berbentuk cekung. Keadaan ini dapat membuat suara menjadi lebih jelas di bagian tengah ruangan, tetapi dibagian lain akan kurang. Jika berlebihan, suara yang terdengar di titik fokus pantulan akan terlalu keras.


4. BENTUK TAK BERATURAN

Bentuk ini tercipta karena untuk memenuhi aspek kenyamanan visual, pencahayaan, dan akustik. Dinding ruangan dibuat tak beraturan agar dapat menyerap bunyi ataupun memantulkan gelombang bunyi yang dibutuhkan dengan baik.


5. AUDITORIUM 360O.


Panggung pertunjukkan berada ditengah, dengan auditorium terletak mengelilingi panggung pertunjukkan. Dengan begitu, kemampuan arah hadap pementas, maka ia akan menghadap ke arah penonton. Jalur sirkulasi pementasan melewati auditorium.
Bentuk ini sering digunakan dalam pertunjukkan konser musik ( terutama band ) dan pertunjukkan teatrikal. Tidak sesuai untuk pertunjukkan sulap.


6. AUDITORIUM TRANSVERSE STAGE.


Bentuk ini sangat sederhana dengan meletakkan pangung pertunjukkan dan tempat duduk penonton saling berhadapan. Bentuk ini tidak cocok untuk jumlah penonton yang banyak, karena tingkat visual penonton terhadap pangung yang kurang sempurna.


7. AUDITORIUM 210o – 220o.


Panggung berada di sebuah titik dengan tempat duduk penonton berada mengelilinginya, tetapi tidak penuh satu lingkaran. Arah pandang visual penonton lurus kedepan, tidak perlu menengok terlalu banyak untuk dapat menikmati pertunjukkan.
Bentuk ini cocok untuk digunakan dalam pementasan seni teater, drama, konser musik, tari, sendratari, dan kegiatan lain yang sejenis.


8. AUDITORIUM PENGGELINDINGAN 180

Auditorium penggelindingan ini telah digunakan sebagai tempat pementasan teater sejak zaman Yunani Kuno. Memiliki sifat hampir sama dengan auditorium 210 – 220, tetapi memiliki kapasitas penonton lebih kecil.
Bentuk ini sering digunakan sebagai tempat pertunjukkan konser musik.


9. AUDITORIUM PENGGELINGINGAN 90.

Karakteristik dan sifat bentuk ini hampir sama dengan bentuk auditorium penggelindingan 210 – 220. Hanya sudut di panggung pertunjukkan lebih kecil dan lebar tempat penonton yang juga lebih kecil. Kondisi ini mengakibatkan arah pandang penonton menghadap ke panggung, sehingga lebih cocok untuk ruang pertunjukkan. Bentuk ini lebih dikenal dengan sebutan bentuk kipas.


10.  AUDITORIUM TANPA  SUDUT PENGGELINDINGAN.

Panggung pertunjukkan berada di salah satu sisi ruangan dan tempat duduk penonton berada di sisi yang lain. Keduanya saling berhadapan. Bentuk ini sering digunakan sebagai ruang rapat, seminar, workshop, dan kegiatan lain yang sejenis.


11.  AUDITORIUM SPACE STAGE.


Dengan bentuk elips, gelombang bunyi akan memantul ke arah seluruh ruangan. Jika dihitung dengan benar, gelombang bunyi akan terpantul dan menyebar ke seluruh area auditorium.


12. PANGGUNG TERBUKA


      Ruang utama berada dan ruang penonton terletak saling berhadapan. Terkadang ruang utama juga dikelilingi ruang penonton.


13. RUANG ARENA


      Berupa teater melingkar yang dikembangkan dari bentuk amphitheatre klasik berupa bentuk radial dan dikembalikan pada bentuk lingkar. Ruang penonton berada di sekeliling ruang utama.


14. PROSCENIUM

      Panggung proscenium bisa juga disebut sebagai panggung bingkai karena penonton menyaksikan aksi aktor dalam lakon melalui sebuah bingkai atau lengkung proscenium (proscenium arch). Bingkai yang dipasangi layar atau gorden inilah yang memisahkan wilayah akting pemain dengan penonton yang menyaksikan pertunjukan dari satu arah. Dengan pemisahan ini maka pergantian tata panggung dapat dilakukan tanpa sepengetahuan penonton. Panggung proscenium sudah lama digunakan dalam dunia teater. Jarak yang sengaja diciptakan untuk memisahkan pemain dan penonton ini dapat digunakan untuk menyajikan cerita seperti apa adanya. Aktor dapat bermain dengan leluasa seolah-olah tidak ada penonton yang hadir melihatnya. Pemisahan ini dapat membantu efek artistik yang dinginkan terutama dalam gaya realisme yang menghendaki lakon seolah-olah benar-benar terjadi
      dalam kehidupan nyata.
     Tata panggung pun sangat diuntungkan dengan adanya jarak dan pandangan satu arah
     dari penonton. Hampir semua sekolah teater memiliki jenis panggung proscenium.
     Jarak antara penonton dan panggung adalah jarak yang dapat dimanfaatkan untuk
     menciptakan gambaran kreatif pemangungan. Pesona inilah yang membuat penggunaan
     panggung proscenium bertahan sampai sekarang.


Share this article :

1 komentar:

Translate

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. WaHz WebBlog - All About Info - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger